30 Oktober 2009

Alasan ku menyukaimu

Jangan Tanya "Kenapa Aku Menyukaimu"

karena Saya tidak dapat menjelaskannya alasannya...
tetapi saya sungguh menyukai kamu

Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya,
bagaimana kamu dapat berkata kamu menyukai saya ?

Saya sungguh tidak tau alasannya,
tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.

Bukti? Tidak! Saya mau kamu menjelaskan alasannya.
Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya
bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!

Ok ok!!!! Hmm karena kamu cantik...
karena kamu penuh perhatian,
karena kamu mengasihi,
karena kamu bijaksana,
karena senyummu,
karena setiap gerakanmu.

Kekasihku,
Karena Kecantikanmu  saya mencintaimu...
jika nanti kecantikanmu menua dapatkah aku mencintaimu lagi?
Tidak!
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena kamu penuh perhatian dan peduli
maka saya menyukaimu...
jika kamu nanti tak sempat lagi menunjukkan prhatian itu, apakah aku masih mencintaimu?
TIDAK,,,,oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena senyummu,karena setiap gerakanmu
maka saya mencintaimu.
jika nanti kamu bersedih dan berduka dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak sesuai yg kumau?
Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Jika rasa suka memerlukan alasan,
maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai kamu lagi.
Apakah cinta memerlukan alasan?
TIDAK!
Oleh karena itu, saya masih tetap mencintaimu
dan Cinta tidak memerlukan alasan.

Tetapi jika cinta tetap memerlukan alasan...
maka alasannya hanya satu...
Aku Mencintaimu karena Allah..

W....R....
I will always waiting

Berapa Biaya Kasih Sayang Ibu ?

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak
yang mendapatkan
ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di d apur .
Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang
bertulis sesuatu.. si
ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima
kertas yang
dihulurkan oleh si anak dan membacanya.
OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya
berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang
kertas yang sama.
1) OngKos mengandungmu selama 9bulan- GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu -GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu
-GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan
keperluanmu -GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak
menatap wajah ibu,
memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”.Kemudian si
anak mengambil
pena dan menulis sesuatu didepan surat yang
ditulisnya: “Telah
Dibayar” .

My Inspiration : WR (Widya Roswita)

INSPIRASI BIJAK LAINNYA CLICK DI SINI

27 Oktober 2009

UNTUK KU DAN UNTUK MU YANG DURHAKA

21 Tahun Ia merawat, menjaga, dan Mendidik Aku

15 Tahun Ia Sabar menanti

Ratusan Juta Ia Keluarkan

UNTUK MENANTIKAN IA MELIHAT & MENDAMPINGI AKU MEMAKAI JUBAH INI.

AYAH, IBU, BAGIMU INI SUDAH YG AKHIR, TAPI BAGIKU JUSTRU AWAL KU MULAI MEMBAYAR PENGORBANANMU


------------------------------------------------------------


KEBERHASILAN YANG AKU CAPAI PADA HARI INI TIDAK TERLEPAS DARI CINTA DAN KASIH SAYANG, DUKUNGAN SERTA BIMBINGAN DARI ORANG TUA

BAHAGIAKU SURGA MEREKA DAN DERITAKU PILU MEREKA

AKU BERDIRI MENGENAKAN TOGA INI DI SEBUAH JALAN SETAPAK YANG GELAP
PANDANGANKU TERTUJU KEPADA KEDUA ORNG DI SANA DENGAN SENYUMAN YANG TAK ASING DI MATAKU,
DUA ORANG YANG SANGAT AKU HARGAI, DUA ORANG YANG SANGAT AKU HORMATI
AKU CINTAI, AKU SAYANGI,

YA... MEREKA AYAH & IBUKU

DENGAN DI SERTAI SENYUMAN AKU MELANGKAH KE ARAH MEREKA
SEIRING DENGAN LANGKAH, TERLINTAS DI BENAKKU ATAS APA YG TELAH MEREKA LAKUKAN TERHADAP HIDUPKU SLAMA INI

IBU YANG TELAH MENGANDUNGKU SELAMA 9 BULAN
IBU YANG MEMPERJUANGKAN HIDUP DAN MATINYA HINGGA AKU BISA HADIR DI DUNIA INI
IBU PULA YANG TELAH MERAWATKU DENGAN PENUH KELEMBUTAN DAN KASIH SAYANG

AYAH YANG TELAH MENDIDIKKU
AYAH YANG RELA BEKERJA BANTING TULANG, IKHLAS MENGELUARKAN KERINGATNYA AGAR AKU DAPAT MENIKMATI HIDUP

DETIK DEMI DETIK, HARI DEMI HARI, BAHKAN TAHUN DEMI TAHUN
APAKAH YANG DAPAT AKU LAKUKAN UNTUK MEREKA?

SERING AKU TUTUP KUPING GAK MAU DENGERIN NASEHAT MEREKA
SANGAT SERING AKU BOHONG KEPADA MEREKA DEMI KEPUASANKU
SERING AKU MELAWAN KETIKA MEREKA MARAH KRN KENAKALANKU
SERING JUGA AKU BANTING PINTU DI HADAPAN MEREKA JIKA MEREKA TIDK MENGABULKAN PERMINTAANKU
DAN BAHKAN AKU SERING MENGELUARKAN KATA2 KASAR YG TAK PANTAS MEREKA DENGAR DARI BIBIRKU

TAPI... APAKAH MEREKA MENYIMPAN RASA DENDAM KEPADAKU?,

TIDAK,,,, TIDAK SAMA SKALI...

MEREKA DENGAN TULUS MEMAAFKAN KEKHILAFANKU
MEREKA TETAP MENYAYANGIKU DALAM SETIAP HEMBUSAN NAFAS MEREKA
BAHKAN MEREKA TETAP MENYEBUT NAMAKU DALAM SETIAP DOA-DOA MEREKA SEHINGGA AKU DAPAT MENJADI SEPERTI SKARANG INI
YA TUHAN, BETAPA DURHAKANYA AKU
TAK SADARKAH AKU BAHWA MEREKA SANGAT BERARTI DALAM KEHIDUPANKU

LANGKAH-LANGKAHKU TERHENTI DI HADAPAN MEREKA
DAN KU PANDANGI IBU DAN AYAHKU INCI DEMI INCI
BADAN YANG DULU TEGAP, KEKAR, KINI MULAI MEMBUNGKUK
RAMBUT YANG DULU HITAM KINI MULAI MEMUTIH
DAN KULIT MEREKA YANG DULU KENCAN KINI MULAI BERKERIPUT
KU TATAP MATA MEREKA YANG BERBINAR-BINAR DAN MULAI MENETESKAN AIR MATA BAHAGIA
AIR MATA HARU, AIR MATA BANGGA MELIHATKU MEMAKAI TOGA INI
KUCIUM TANGAN MEREKA, KU PELUK TANGAN MEREKA SAMBIL BERKATA
IBU, AYAH, YANG KU BERIKAN HARI INI TDK AKAN CUKUP MEMBALAS SEMUA YG SLAMA INI TELAH AYAH IBU BERIKAN SLAMA INI KEPADAKU
TRIMAKASIH PA, TRIMAKASIH MA, AKU SAYANG KALIAN SAMPAI AKHIR KHAYATKU

TIPS 5 : FB GAK USAH KIRIM EMAIL PEMBERITAHUAN !!!

kali ini berbagi Tips mengenai pemberitahuan Facebook lewat E-mail,soalnya baru2 ini ada anggota facebookers kirimin pesan pribadi tanyakan soal ini (awalnya sih kirain mo kenalan, hiks..hiks).

hmpir semua orang menggunakan E-mail hanya formalitas saja untuk masuk ke FB, jadi ketika sesekali mmbuka emailnya, wowww,,, ada ratusan e-mail baru & trnyata pengirimnya cm 1 yaitu FB..hehehehehe, kadang kt mengabaikan email trsebut dg mmbiarkannya smpai ribuan.

tapi perlu teman2 ketahui bhwa penyedia Email gratisan sperti yahoo bakalan jengkel klo tahu emailnya cm jadi batu loncatan, makanya email trsebut di tutup saja akunnya krn hnya bikin penuh database

di sisi lain, kita harus menghapus 1 per 1 email trsebut dan dilakukan secara rutin agar email tdk trlalu berat... repot khan??

untuk itu, kali ini kita mmbahas bgaimana agar FB tdk usah mengirimi kita Email pemberitahuan

1. Siapkan Teh hangat & Cemilannya (Wajibbb)

2. masuk ke menu "Pengaturan" (di bagian kanan atas sejajar dengan Beranda, Profil, Teman, dlll...). lalu pilih "Pengaturan Akun"

3. setelah muncul pengaturan akun, pilih menu "Pemberitahuan"

4. nah... dsitu kelihatan daftar yg sudah tercontreng(bahasa KPU)

5. hilangkan tanda centang/contreng trsebut sesuai dg yg anda inginkan. klo saya, saya hilngkan semua

6. lalu simpan dengan menekan tombol "Simpan", tombolnya ada di bagian bawah

7. habiskan Teh & Cemilannya... slesai dechh..


21 Oktober 2009

KISAH MENGHARUKAN

Jujur,,, Ketika membaca kata demi kata dalam artikel ini, saya pun hmpir menangis.

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun.

Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.

Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.

Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini". Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.

Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya."

Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,..... .. Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh". Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah.. ......... ...." demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".

Kesimpulan:
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia. Walaupun hidup serba kekuarangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.

AYAH, IBU, MAAFKAN AKU

SUATU KETIKA, HIDUPLAH SEORANG KAKEK YANG TINGGAL BERSAMA ANAK, MENANTU, DAN CUCUNYA YANG BERUSIA 6 TAHUN. TANGAN ORANG TUA INI BEGITU RAPUH, DAN SERING BERGERAK TIDAK MENENTU. PENGLIHATANNYA BURAM, DAN CARA BERJALANNYA PUN RINGKIH.
KELUARGA INI BIASA MAKAN BERSAMA DI MEJA MAKAN. NAMUN SANG KAKEK KERAP KALI MENGACAUKAN SEGALANYA. MATANYA YANG RABUN DAN TANGANNYA YANG BERGETAR, MEMBUATNYA SUSAH UNTUK MENYANTAP MAKANAN. SENDOK DAN GARPU SERING KALI JATUH KE LANTAI. MINUMAN PUN SERING TUMPAH MEMBASAHI TAPLAK MEJA.
ANAK DAN MENANTUNYA PUN MENJADI SANGAT GUSAR. MEREKA MERASA DIREPOTKAN DENGAN SEMUA INI. “KITA HARUS MELAKUKAN SESUATU,” UJAR SANG SUAMI. “AKU SUDAH BOSAN UNTUK SELALU MEMBERESKAN SEMUA INI.”

LALU MEREKA MEMBUAT SATU MEJA KECIL DI SUDUT RUANGAN UNTUK TEMPAT MAKAN PAK TUA ITU.
DISANA SANG KAKEK DUDUK MAKAN SENDIRIAN, SAAT YANG LAINNYA DUDUK MENYANTAP MAKANAN BERSAMA. PIRING PLASTIK PUN DIBERIKAN AGAR SI KAKEK TIDAK MEMECAHKAN LAGI MANGKUKNYA. KAKEK MENJADI SEDIH, AIR MATA PUN MENGALIR MEMBASAHI GURAT – GURAT DI WAJAHNYA. TERKADANG TERDENGAR ISAK TANGIS DARI SUDUT RUANGAN, NAMUN KATA YANG KELUAR DARI SUAMI ISTRI INI SELALU OMELAN AGAR TIDAK MENJATUHKAN MAKANAN LAGI.
ANAK MEREKA YANG BERUSIA 6 TAHUN MEMANDANGI SEMUA DALAM DIAM. SUATU MALAM , SEBELUM TIDUR, SANG AYAH MELIHAT ANAKNYA SEDANG MEMAINKAN MAINAN KAYU. AYAHNYA MENGHAMPIRINYA DAN BERKATA DENGAN LEMBUT, “KAMU SEDANG MEMBUAT APA?” ANAKNYA DENGAN POLOS MENJAWAB, “AKU SEDANG MEMBUAT MEJA KAYU UNTUK TEMPAT MAKAN AYAH DAN IBU SAAT AKU BESAR NANTI. AKAN KU LETAJKAN DI SUSUT RUANGAN, DEKAT TEMPAT KAKEK BIASA MAKAN.”
ANAK ITU PUN TERSENYUM DAN MELANJUTKAN PEKERJAANNYA. JAWABANYA MEMBUAT KEDUA ORANGTUANYA SEDIH DAN BEGITU TERPUKUL. MEREKA TAK MAMPU BERKATA – KATA LAGI. AIR MATA PUN BERGULIR DARI KEDUA PIPI MEREKA, DAN MEREKA PUN SADAR BAHWA ADA YANG HARUS DIPERBAIKI.
MULAI KEESOKAN HARINYA, MEREKA MENUNTUN TANGAN SI KAKEK UNTUK KEMBALI MAKAN DI MEJA MAKAN. TAK ADA LAGI OMELAN YANG KELUAR MESKIPUN KAKEK MENJATUHKAN MAKANANNYA, DAN MINUMAN TUMPAH MEMBASAHI TAPLAK MEJA. KINI, KELUARGA ITU BISA KEMBALI MAKAN BERSAMA DENGAN DAMAI.
- Sudahkah kau berbakti pada orang tua mu??

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes